Pelantikan Presiden. KH.Ma'ruf Amin : " Saya pakai sarung sampai kapanpun" -->
Cari Berita

Pelantikan Presiden. KH.Ma'ruf Amin : " Saya pakai sarung sampai kapanpun"

Admin
10/19/2019


Hasil gambar untuk kh ma'ruf amin sarungan
Adakah peraturan yang mengatur model pakaian yang harus dikenakan Presiden dan Wakil Presiden saat pelantikan?

Pertanyaan ini muncul karena ada rumor KH. Ma'ruf Amin berencana menggunakan sarung saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019 -2024 di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, tanggal 20 Oktober 2019 nanti.

Dan tahu sendiri, mengenakan sarung bagi KH. Ma'ruf Amin yang notabene masih Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) ini sudah menjadi ciri khasnya sehari-hari. Ke mana saja dan di mana saja ia hampir selalu tampil bersarung. Kalau pakaian atasannya bisa menyesuaikan. Bisa baju koko, atau jas dan berpeci (hitam atau putih).

Kalau benar, ini adalah kejadian langka dan kali pertama saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Nggak lazim saja.

Lazimnya, dari beberapa pengalaman yang lalu, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, memakai pakaian resmi jas lengkap. Atau memakai Pakaian Sipil Lengkap (PSL)). Tidak sarungan.

Berdasarkan Perpres No. 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian Pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, PSL dikenakan saat acara kenegaraan dan acara resmi.

PSL untuk laki-laki berupa jas berwarna gelap, kemeja lengan panjang putih, celana panjang yang berwarna sama dengan jas, dasi, dan sepatu hitam. Sementara PSL untuk perempuan berupa jas berwarna gelap, kemeja putih, rok atau celana panjang yang berwarna sama dengan jas, dan sepatu hitam.

Namun, tentu tidak ada aturan yang melarang mengenakan sarung sebagai pakaian bawahannya dalam acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Walaupun, konon, sarungan itu tradisi orang-orang Nahdlatul Ulama (NU). Sarungan itu juga memang enak dan bisa bikin adem, karena terasa angin sepoi-sepoi, silir-semilir, bersilir-silir bebas masuk.

Kiai Maruf menjelaskan, sarung yang dikenakan merupakan identitasnya sebagai ulama. "Saya kebetulan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Jadi, sarung ini (salah satu) pakaian ulama Indonesia," lanjut dia.

Ia  menceritakan kembali pengalamannya saat diminta Joko Widodo menjadi calon wakil presidennya. Usai "dipinang" Jokowi, Ma'ruf mengaku sempat bertanya, "Pak Jokowi, apa saya harus ganti kostum?".

Pelantikan Presiden di Tunda !!! Betulkah karena menghormati Ibadah Umat Kristen ?

Cerita Kiai Maruf, Jokowi mengatakan kepadanya tidak perlu mengubah penampilan. Ia menyarankan Ma'ruf tampil apa adanya sebagai ulama.

Selamat untuk Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 - 2024. Selamat bekerja!