Jokowi Presiden Berkharisma, Kondisikan Amien Rais, AHY, dan SBY dalam Kedaulatannya -->
Cari Berita

Jokowi Presiden Berkharisma, Kondisikan Amien Rais, AHY, dan SBY dalam Kedaulatannya

Money Hunter
3/11/2021

 


Presiden RI Jokowidodo

POLITIK WARAS - Setidaknya ada dua peristiwa ikonik yang menerpa Presiden Joko Widodo beberapa hari ke belakang. Pertama isu kudeta Partai Demokrat oleh Moeldoko.Kedua, tuntutan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota Laskar Front Pembela Islam yang dipimpin oleh Amin Rais.

    Untuk isu kudeta Partai Demokrat, nama Presiden Joko Widodo ikut terseret karena terlibatnya ketua staf kepresidenan Moeldoko dalam penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono. 

    Apalagi pihak Partai Demokrat, seperti Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Majelis tinggi turut membuat pernyataan dengan harapan Presiden Jokowi dapat mengintervensi kongres luar biasa yang diadakan kubu Moeldoko di Deli Serdang Sumatera Utara.

    Jauh sebelumnya sang ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono bahkan sudah berkirim surat kepada Presiden Jokowi. Agus Harimurti Yudhoyono berharap Jokowi mau mengklarifikasi keterlibatan istana dalam isu kudeta partainya. Namun Presiden Jokowi hanya diam seperti batu. Disinilah kelebihan Presiden Jokowi.
    Semakin lama Presiden Jokowi semakin berkharisma karena menempatkan diri sebagai Presiden yang berkelas dan bercitarasa tinggi. Di satu sisi dia terasa jauh, dia membuat jarak antara dirinya dengan kelompok dan juga masalah yang diarahkan padanya. Dalam isu politik Presiden Jokowi seperti mengambil jarak. 

    Namun bisa kita lihat dalam persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam isu kerakyatan seperti ini Jokowi terasa dekat. Ini adalah strategi yang cantik. Dari sini Jokowi seperti membuat peta teladan, bahwa bagi Jokowi persoalan rakyat banyak akan selalu jadi prioritas di atas kepentingan politik. Apalagi kalo persoalan politik itu hanya menyangkut sekelompok orang.

    Itu kenapa Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono seperti bingung harus berbuat apa. Karena sampai hari ini Presiden Jokowi belum memberi respon pada isu kudeta Partai Demokrat. Hanya saja semua sudah didelegasikan pada orang kepercayaannya yaitu Profesor Mahfud MD sebagai Menko polhukam.

    Pernyataan Profesor Mahfud MD hanya menegaskan sikap Jokowi bahwa persoalan Partai Demokrat adalah persoalan internal. Sehingga Jokowi sebagai presiden tidak perlu bereaksi apapun Terhadap isu tersebut.

    Demikian juga cara Jokowi menghadapi Amien Rais dan timnya saat menuntut dirinya untuk menuntaskan kematian enam anggota Laskar Pembela Islam. Jokowi tidak banyak bicara. Jokowi menerima Amien Rais beserta timnya, Lalu setelah itu hasilnya diserahkan pada menkopolhukam Mahfud MD.

    Lagi lagi Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai presiden yang tidak bisa didikte oleh siapapun. Bermodalkan keyakinan Amien Rais berharap kasus pembunuhan 6 anggota Laskar Pembela Islam dituntaskan. Namun bagi pemerintah sendiri Semua sudah jelas. Bahwa kasus tersebut harus diselesaikan secara hukum bukan keyakinan.


    Bukti-bukti penyerangan aparat kepolisian sudah ada. Komnas HAM juga sudah merilis hasil penyelidikannya dan tidak menemukan kesalahan pihak Kepolisian. Ketenangan Jokowi dalam menghadapi dua masalah ini menjadi contoh bagaimana dia mampu memilah masalah dengan baik.

    Kita bisa melihat Bagaimana Jokowi lebih banyak fokus pada peresmian infrastruktur seperti bendungan, jalan tol, tinggal penanganan pandemi covid 19. 

    Jokowi fokus bagaimana menyelesaikan vaksinasi pada masyarakat. Kemampuan mengabaikan dan memilah mana masalah yang harus di responnya sebagai presiden inilah yang menjadikan Jokowi bertahan dingin dan berkharisma.

    Tentu hal ini membuat banyak lawan politiknya geram dan gemas. Tapi itulah Jokowi dengan segala wibawanya. Sudah sepatutnya sebagai masyarakat kita mendukung presiden yang tengah berjuang membangun Indonesia.

    Demikian juga rakyat dan kepala daerah serta anggota DPR dan DPRD alangkah baiknya meniru etos kerja Presiden Jokowi.